5 Cara Ampuh Mengatasi Laptop Lemot di Windows 10

Cara mengatasi laptop lemot dapat dengan treatment hardware maupun software. Laptop lemot sering menjadi keluhan penggunanya, bahkan oleh pengguna yang baru membeli laptop baru dengan spesifikasi yang layak. Komputer dengan spesifikasi RAM dan prosessor yang layak, seharusnya tidak terasa lemot ketika digunakan untuk menjalankan aplikasi standar yang seperti browsing, office dan semisalnya. Namun faktanya, mengapa terkadang laptop, terlebih lagi yang mengguankan Windows 10 terasa lemot?

Mengapa Laptop bisa terasa lemot?

Terasa lemot bisa dibagi menjadi 2, lemot beneran atau terasa lemot (dibanding) dengan komputer yang lain

Bacaan Lainnya

  • Beneran lemot, lemot jenis ini benar-benar lemot, bukan berdasarkan perasaan penggunanya saja, tetapi secara faktual memang lemot. Lemot jenis ini yang akan kita bahas dalam artikel ini.
  • Terasa lemot dibandingkan dengan komputer lain. Terkadang pengguna yang awam membandingkan hal yang tidak layak untuk dibandingkan. Istilahnya, kalau mau membandingkan harus “apple to apple”. Jika akan membandingkan kecepatan dengan komputer yang lain, hendaknya yang speknya sepadan, menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang kurang lebih sama.

Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi laptop yang lemot

Cara 1. Menghapus Aplikasi yang Tidak dibutuhkan

Cara yang paling mudah untuk mengatasi laptop lemot adalah dengan menghapus aplikasi yang tidak dibutuhkan. Ketika kita membeli laptop baru dengan sistem operasi Windows yang sudah dibundel dalam pembelian tersebut, terkadang akan ada aplikasi-aplikasi yang sudah ikut terinstall di laptop, misalkan saja: One Drive, Mc Afee dan yang semisalnya. Jika aplikasi tersebut tidak dibutuhkan, sebaiknya diuninstall saja karena hanya akan membebani kerja sehingga menyebabkan laptop lemot.

Anda dapat mengamati seberapa besar aplikasi-aplikasi tersebut menggunakan resource di laptop Windows dengan menggunakan Task Manager.

mengatasi laptop lemot
Task Manager untuk melihat prosentase penggunaan resource CPU dan Memory

Dari Task Manager ini dapat diamati, aplikasi atau servis mana yang penggunaan prosessor atau memori cukup signifikan. Jika ada aplikasi atau servis yang memakan resource besar akan tetapi tidak wajib ada di komputer Anda, servis atau aplikasi tersebut sebaiknya dihapus.

Dengan cara menghapus aplikasi dan servis yang memakan resource besar, maka otomatis performa laptop menjadi lebih baik karena ketersediaan resource untuk menjalankan aplikasi yang kita butuhkan menjadi lebih lega dan besar.

Anda perlu menyisir satu-persatu aplikasi dan servis ini sehingga aplikasi dan servis yang jalan di laptop Anda memang benar-benar aplikasi dan servis yang dibutuhkan. Jangan sampai menjalankan aplikasi dan servis yang tidak terpakai yang justru ikut berkontribusi akan lemotnya laptop Anda.

Jika kondisi idle (bukan sedang meload aplikasi) akan tetapi penggunaan processor atau RAM mendekati 90-100 menunjukkan bahwa laptop “kerepotan” dalam bekerja sehingga sangat berpotensi laptop terasa lemot.

Cara menghapus aplikasi yang tidak kita butuhkan dapat dengan cara:

Masuk ke Start -> Setting

Maka akan muncul form setting yang salah satu menunya adalah “Apps” untuk uninstall aplikasi seperti dalam gambar berikut ini

Mengatasi laptop lemot

Pilih menu “Apps” tersebut dan kemudian pilih aplikasi hasil sisiran yang menyabkan laptop lemot, yakni yang penggunaan memory/prosessor besar. Untuk menghapus aplikasi dengan cara memilih aplikasi tersebut, kemudian akan muncul tombol “uninstall” seperti dalam contoh gambar berikut ini

Mengatasi laptop lemot

Dengan menghapus aplikasi yang tidak dibutuhkan, sudah pasti akan membuat kinerja laptop lebih baik karena resource prosessor dan memory RAM akan lebih banyak tersedia. Dengan resource prosessor dan memory RAM yang lebih besar, maka potensi laptop lemot akan berkurang

Cara 2. Mematikan servis yang tidak perlukan

Cara berikutnya untuk mengatasi laptop yang lemot adalah dengan mematikan servis atau layanan yang tidak digunakan. Servis merupakan proses yang dijalankan oleh sistem operasi yang bisa berjalan secara “background proses”, sehingga walaupun pengguna tidak merasa menjalankannya akan tetapi sistem operasi secara otomatis menjalankannya, servis ini jelas menggunakan resource prosessor dan memori/RAM laptop Anda.

Jika aplikasi semacam MS Word, aplikasi ini tidak akan aktif kecuali setelah pengguna memanggilnya (menjalankannya), akan tetapi “servis” bisa jalan/aktif tanpa dijalankan oleh pengguna karena sistem operasi yang menjalankanya dari ketika windows mulai jalan.

Setelah proses menyisir aplikasi dan servis yang menggunakan resource prosessor dan memory RAM yang besar menggunakan Task Manager, maka kita perlu menonaktifkan servis yang tidak kita pakai.

Untuk mematikan servis yang tidak diperlukan, Anda dapat mematikannya melalui Pengelolaan Service di Computer Management.

Cara mematikan servis di Windows sebagai berikut
Pada menu windows di pojok kiri bawah, klik kanan -> Computer Management seperti pada gambar berikut ini

Mengatasi laptop lemot

Lalu pilih “Services and Applications” -> Services
Maka akan tampil servis-servis yang ada di laptop kita seperti dalam gambar di bawah ini.

Mengatasi laptop lemot

Dari sini kita dapat mengatur servis mana yang akan dijalankan dan servis mana yang akan kita matikan. Sebagai contoh, gambar di atas menunjukkan servis Windows Update yang akan di matikan. Klik 2x pada servis yang akan dimatikan hingga muncul form untuk menghentikan servis yang dimaksud seperti dalam gambar berikut ini.

Mengatasi laptop lemot

Lakukan langkah yang sama untuk menonaktifkan servis-servis lain yang tidak diperlukan sehingga potensi laptop lemot akan berkurang.

Cara 3. Mematikan Animasi Windows

Diantara cara mengatasi laptop lemot adalah mematikan efek animasi. Efek animasi sudah barang tentu menggunakan resource laptop sehingga berkontribusi akan lemotnya laptop.

Untuk mematikan efek animasi dengan cara:
Masuk ke Start -> Setting -> “Ease of Access” seperti dalam gambar berikut ini.
Mengatasi laptop lemot
Setelah diklik menu “Ease of Access” maka akan muncul pengaturan berbagai hal, lalu pilih “Display” sehingga akan muncul opsi-opsi seperti dalam gambar berikut ini

Mengatasi laptop lemot

Matikan opsi “Show animations in Windows” dan “Show transparency in Windows” agar laptop lemot menjadi berkurang.

Cara 4. Mengganti HD dengan SSD

Jika treatment secara software di atas masih belum cukup juga untuk mengatasi laptop yang lemot, ada baiknya Anda mengganti teknologi penyimpanan dari HD ke SSD. Pengalaman penulis, mengganti HD dengan SSD sangat signifikan mengatasi laptop yang lemot. Mengapa demikian? Pada teknologi HD biasa masih menggunakan piringan magnetik sehingga masih ada komponen mekaniknya. Adapun pada teknologi SSD maka sudah full elektronik sehingga kecepatannya akan sangat jauh berbeda. Menurut sebuah sumber, kecepat baca/tulis teknologi SSD bisa sampai 4x kecepatan baca/tulis pada teknologi HD. Tentunya dengan penggantian teknologi HD menjadi SSD akan sangat signifikan mengatasi laptop yang lemot.

Mengatasi laptop lemot
Kisaran harga SSD 128 Gb di marketplace tahun 2020

Jika Anda menambahkan SSD ke laptop, maka SSD digunakan untuk menjalankan sistem operasi, adapun HD lama dapat digunakan sebagai media penyimpanan datanya. Anda dapat menerapkan sistem hybrid dimana menggabungkan teknologi SSD dan HD, yakni SSD untuk menjalankan sistem operasi sedangkan HD digunakan untuk media penyimpanan data.

Cara 5. Menambahkan RAM

Sebetulnya, jika Anda mengganti HD dengan SSD pada umumnya sudah mengatasi laptop yang terasa lemot. Akan tetapi jika masih terasa lemot karena laptop digunakan untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan RAM besar, maka Anda dapat menambahkan RAM yang sesuai dengan teknologi di laptop Anda.

Kesimpulan

Treatment secara software sangat dianjurkan untuk mengatasi laptop yang lemot. Pengalaman penulis mengatasi laptop yang lemot, sebagiannya cukup dengan treatment secara software.

Akan tetapi jika ingin laptop Anda benar-benar bebas lemot, maka dengan cara merogoh kocek tambahan untuk menggantinya dengan teknologi SSD. Mengganti SSD yang hanya ratusan ribu dapat melejitkan performa laptop yang harganya jutaan rupiah.

Saran penulis, sebaiknya jika media penyimpanan untuk menjalankan sistem operasi masih menggunakan HD maka perlu diganti dengan SSD.

Content Protection by DMCA.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *